Catatan Kajian Ilmiah

“Barangsiapa menempuh suatu jalan untuk menuntut ilmu (syar’i), maka Allah akan memudahkan jalan baginya menuju surga.” (HR. Muslim)

Archive for the month “July, 2012”

Meraih Lailatul Qadar dengan Ilmu dan Istiqomah

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

‘Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu anni’ (Ya Allah sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf lagi Maha Mulia yang menyukai permintaan maaf, maafkanlah aku).” (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)

Muqoddimah

Ada tiga kelompok orang yang dido‘akan dengan kejelekan oleh Jibril dan diaminkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, mereka itu adalah:

1.Orang yang mendapati bulan Ramadhan tetapi dia tidak diampuni (setelah keluar darinya-pen.).

2. Orang yang mendapati kedua orang tuanya masih hidup atau salah satunya, tetapi ia masuk ke dalam Neraka.

3. Orang yang disebutkan di hadapannya nama Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, tetapi ia tidak bershalawat kepadanya.

Ada beberapa hadits yang menunjukkan hal tersebut, di antaranya adalah:

Pertama: Al-Imam Ibnu Hibban meriwayatkan dari Malik bin al-Huwairits Radhiyallahu anhu, beliau berkata, “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam naik ke atas mimbar, ketika beliau naik ke atas tangga, beliau berkata ‘Aamiin,’ lalu beliau naik lagi ke atas tangga (tingkat kedua) dan berkata, ‘Aamiin’ lalu beliau naik lagi ke atas tangga (tingkat ketiga) dan berkata, ‘Aamiin’ lalu beliau berkata, ‘Jibril datang kepadaku dan berkata, ‘Wahai Muhammad, siapa saja yang mendapati bulan Ramadhan dan dia tidak diampuni, maka Allah akan melaknatnya.’ Lalu aku (Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam) berkata: ‘Aamiin.’”

Read more…

If Tomorrow Never Comes…

 

Tomorrow I will start reading the Qur’an.

What if you die now????!

Untukmu Ukhtii Muslimah

Wahai Saudari Muslimah, siapakah yang menyuruhmu untuk berjilbab?

Untukmu ukhti muslimah…
kemana akan kau bawa dirimu?
kepada gemerlapnya dunia?
gemilaunya harta?
atau pada ketampanan seorang pria?

walaupun kau harus membuka hijabmu
demi mendapat semua yang kau inginkan,
maka kehinaan yang kau dapatkan!

Wahai Saudari Muslimah, siapakah yang munyuruhmu untuk berhijab?

Untukmu ukhti muslimah…
kemana akan kau bawa dirimu?
kepada kemuliaan jiwa?
kepada keridhaan sang pencipta?
atau mulianya menjadi bidadari surga?

walaupun hinaan dan cacian yang harus kau terima
demi menjaga hijab yang telah disyariatkan oleh agama,
maka kebahagiaan yang akan kau dapatkan!

Katakan TIDAK pada gemerlapnya dunia!
jika hijabmu harus terlepas karenanya

katakan TIDAK pada kemilaunya harta!
jika hijabmu harus menjadi tebusannya

karena hijabmu,
adalah benteng kemuliaan dirimu

bahwasannya yang menyuruhmu untuk berjilbab
yang menyuruhmu untuk berbusana muslimah
yang menyuruhmu ialah Allah dan Rasul-Nya
dan konsekuensi kita sebagai seorang muslim maupun muslimah
wajib untuk taat pada Allah Ta’ala
karena Allah yang menciptakan kita
Allah yang memberikan rizki pada kita
Allah yang memberikan segalanya kepada kita
Al-Qur’an menyuruh kita untuk berhijab
Allah yang menciptakan kita yang menyuruh kita untuk berjilbab!

يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لأزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلابِيبِهِنَّ ذَلِكَ أَدْنَى أَنْ يُعْرَفْنَ فَلا يُؤْذَيْنَ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا

“Hai Nabi katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.” Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha pengampun lagi Maha penyayang”
(QS. Al-Ahzab:59)

Jika seandainya manusia (wanita muslimah) tidak berbusana Muslimah, tidak berjilbab, maka manusia ini akan rusak dan hancur, akan binasa.”

Setiap wanita, TIDAK ADA UDZUR (tidak ada alasan) untuk tidak memakai busana muslimah.

Download Audio: JILBAB

Dari Jeda Ustadz Yazid bin Abdul Qodir Jawas

Pesan-Pesan Islam Kepada Generasi Muda

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

Segala puji bagi Allah yang telah mengutus kepada kita Nabi-Nya yang terpercaya dan menurunkan kepadanya Kitab-Nya yang paling mulia, serta menjadikan kita sebaik-baik umat manusia. Shalawat beserta salam kita ucapkan untuk Nabi kita Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam yang telah melakukan perubahan terhadap tatanan kehidupan umat manusia. Dari kehidupan yang penuh dengan kezaliman kepada kehidupan yang berkeadilan. Dari kehidupan yang penuh keterbelakangan dalam budi pekerti kepada kehidupan yang berbudi pekerti mulia. Di antara perjuangan beliau yang agung adalah memperbaiki kondisi generasi muda yang terjerumus ke dalam berbagai bentuk maksiat dan kemungkaran. Beliau menyelamatkan generasi muda dari berbagai bentuk tindakan asusila, mulai dari pergaulan bebas, obat-obat terlarang, premanisme, pengangguran dan lain-lain.

Maka dalam kesempatan yang terbatas ini kita mencoba untuk mengkaji salah satu bentuk perjuangan beliau dalam menciptakan perubahan dalam kehidupan generasi muda. Dengan tema “Pesan-Pesan Islam Kepada Generasi Muda”.

Read more…

Tahaaduu Tahaabuu

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :

“Hendaknya kalian saling memberi hadiah, niscaya kalian akan saling mencintai”.

(Terjemah HR. Abu Dawud, dishahihkan oleh al Albani, semoga Allah merahmati keduanya)

Ibadurrahman (4) Enggan Menghadiri Acara Maksiat

Alhamdulillah. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, keluarga dan sahabatnya.

Beberapa saat yang lalu kami telah mengupastafsir surat Al Furqon di ayat-ayat terakhir. Sekarang kita lanjutkan dengan bahasan tafsir surat tersebut di ayat 72 yang membahas tentang sifat hamba Allah yang beriman lainnya yaitu enggan menghadiri acara maksiat.

Allah Ta’ala berfirman,

وَالَّذِينَ لَا يَشْهَدُونَ الزُّورَ وَإِذَا مَرُّوا بِاللَّغْوِ مَرُّوا كِرَامًا

Dan orang-orang yang tidak memberikan persaksian palsu, dan apabila mereka bertemu dengan (orang-orang) yang mengerjakan perbuatan-perbuatan yang tidak berfaedah, mereka lalui (saja) dengan menjaga kehormatan dirinya.” (QS. Al Furqon: 72)

Read more…

Ibadurrahman (Bagian 3) Tidak Boros dan Tidak Kikir

Segala puji bagi Allah. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, keluarga dan sahabatnya.

Masih  membahas sifat ‘ibadurrahman lainnya lanjutan dari bahasan yang telah lewat. ‘Ibadurrahman sekali lagi adalah hamba Allah yang beriman. Sifat mereka adalah pertengahan dalam membelanjakan harta.

Read more…

FITRIA KURNIAWAN (ABU FAHD)

 

JANGAN BERLEBIH-LEBIHAN DALAM BERWUDHU !

BERHEMATLAH DALAM MENGGUNAKAN AIR

Dari Anas Radhiyallahu ‘anhu : “Bahwasanya Nabi Shalallahu ‘alaihi wasallam biasa berwudhu dengan 1 mud ( 1 genggaman tangan orang Arab zaman Nabi ) air dan mandi dengan 4 sampai 5 mud air.” (HR: Al Bukhari no. 201, Muslim no. 325, menurut lafazh Muslim).

Nabi Shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda : “…Beginilah cara berwudhu. Barang siapa menambah-nambah cara ini berarti dia telah berbuat kejelekan, melanggar batas, dan zhalim.” (HR: An Nasai(I/88), Ibnu Majah (I/146), dan Ahmad (II/180). Dishahihkan oleh Al Albani dalam kitab Shahih An Nasai (I/31).

Diriwayatkan dari Abdullah bin Mughaffal bahwa dia pernah mendengar Nabi Shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda : “Akan ada di kalangan umatku suatu kaum yang berlebih-lebihan dalam bersuci dan berdoa.” (HR: Abu Dawud (I/24) no.96, dan dishahihkan oleh Al Albani).

View original post

Jangan Malu untuk Menegakkan Sunnah!

(contoh yang semakin lama pudar)

Dalam mengamalkan sunnah terdapat qa’idah-qa’idah yang harus diperhatikan dan dipahami dengan benar, yaitu yang pertama adalah beramal dengan sunnah, walaupun sunnah itu dijauhi masyarakat.

Seringkali terjadi pada sebagian orang yang mencintai sunnah, merasa bimbang dan ragu dalam menghidupkan suatu sunnah yang tidak nampak di dalam masyarakatnya. Yang mendorong dia bersikap seperti ini adalah perasaan “malu” (atau lebih tepatnya minder) dan yang sejenisnya.

Read more…

Keikhlasan

Ikhlas… sebuah kata yang mudah diucapkan dengan lidah namun tidak mudah melekat di hati, lihatlah keadaan para salaf kita, mereka orang yang paling terjaga hatinya, menyelami kehidupan mereka seperti kita bertamasya ke taman bunga, indah di mata, wangi terasa, dan keteduhan akan datang menyapa kita.

Imam Abu Hanifah rahimahullah berkata,

”Kisah-kisah para ulama dan duduk bersama mereka lebih aku sukai daripada menguasai beberapa bab fiqih. Karena dalam kisah mereka diajarkan berbagai adab dan akhlak luhur mereka.” (Al-Madkhol, 1/164, Mawqi’ al-Islam).

Para salaf dahulu selalu menjaga hati mereka, mereka takut mata-mata manusia melihat ibadahnya, mereka menyembunyikan amal baktinya melebihi kondisi mereka dalam menyembunyikan emas-permata, mereka takut digugurkan pahala amal ibadah mereka.

”Sebagian kaum salaf mengatakan,

”Aku berharap ibadahku hanyalah antara diriku dengan Alloh, tidak ada mata yang melihatnya.””

Marilah kita simak mutiara kisah dari para salaf, yang dengannya akan tergambar luasnya samudra keikhlasan mereka :

Sufyan ats-Tsauri rahimahullah berkata :

”Tidaklah aku bersungguh-sungguh mengobati sesuatu hal, melebihi kesungguhanku dalam menjaga hatiku, karena ia selalu berubah-ubah padaku.” (Jami’ al-’Ulum wa al-Hikam, hal. 18, karya Ibnu Rojab al-Hambali, cet. Ke-1, Dar el-Aqidah, Kairo, Mesir tahun 2002).

Benarlah apa yang beliau katakan, karena hati manusia ibarat kapas yang berada di tanah yang luas lagi lapang, kemudian datanglah angin kencang yang menyapa, maka terombang-ambinglah kapas tadi melaju tanpa tujuan.

Read more…

Post Navigation

%d bloggers like this: