Catatan Kajian Ilmiah

“Barangsiapa menempuh suatu jalan untuk menuntut ilmu (syar’i), maka Allah akan memudahkan jalan baginya menuju surga.” (HR. Muslim)

Archive for the month “November, 2013”

Anak yang Belum Diaqiqahi oleh Orangtuanya, Apakah Boleh Mengaqiqahi Dirinya Sendiri Setelah Baligh?

Al-Khallal menulis: “Bab dianjurkan bagi yang belum diaqiqahi sewaktu kecil oleh orangtuanya untuk mengaqiqahi dirinya sendiri ketika telah dewasa.”

Kemudian Al-Khallal menyebutkan sebuah riwayat dari masalah-masalah yang dihimpun oleh Isma’il bin Sa’id Asy-Syalinji bahwa ia berkata: “Aku pernah menanyai Imam Ahmad tentang seseorang yang diberi tahu oleh ayahnya bahwa ia belum diaqiqahi. Apakah orang tersebut boleh mengaqiqahi dirinya sendiri?’ Beliau rahimahullah menjawab: ‘Aqiqah merupakan tanggung jawab ayahnya.'”

Sedangkan dari masalah-masalah yang dihimpun oleh al-Maimuni terdapat suatu riwayat bahwa ia berkata: “Aku pernah bertanya kepada Abu ‘Abdillah, jika seseorang belum diaqiqahi sewaktu kecilnya,apakah setelah dewasa ia boleh diaqiqahi? Kemudian Abu ‘Abdillah menyinggung tentang kedha’ifan riwayat yang menyatakan aqiqah setelah dewasa. Namun, aku melihat bahwa beliau rahimahullah menilai hal itu baik, yaitu jika sewaktu kecil orang tersebut belum diaqiqahi, maka setelah besar ia boleh diaqiqahi.

Dan beliau berkata: “Jika ada orang yang melakukannya, aku tidak memakruhkannya.”

Pada kesempatan lain, al-Khallal berkata: “Abdul Malik mengabarkan kepadaku bahwa ia pernah bertanya kepada Abu ‘Abdillah: ‘Apakah orang dewasa boleh diaqiqahi?’ Beliau rahimahullah menjawab: ‘Aku belum pernah mendengar satu hadits pun mengaqiqahi orang yang telah dewasa.’ Aku pun berkata kepada beliau: ‘Dulu ayahnya seorang yang miskin, kemudian sekarang ia telah kaya. Dan, ia ingin untuk tidak meninggalkan anaknya (yang sudah dewasa) sebelum ia mengaqiqahinya. ‘Beliau berkata: ‘Aku tidak tahu, karena aku belum pernah mendengar satu pun riwayat tentang aqiqah untuk orang yang sudah dewasa.’ Kemudian beliau berkata: ‘Namun, siapa yang mengerjakannya, maka perbuatan itu baik, bahkan ada sebagian ulama yang mewajibkannya.'”

Al-Khallal berkata: ‘Abul Mutsanna al-‘Anbari mengabarkan kepadaku bahwa Abu Dawud meriwayatkan kepada mereka, ia berkata: “Aku mendengar Imam Ahmad meriwayatkan sebuah hadits dari al-Haitsam bin Jamil, dari ‘Abdullah bin al-Mutsanna, dari Tsumamah, dari Anas bin Malik, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mengaqiqahi dirinya sendiri.”*

 

________________________

 

*shahih; diriwayatkan oleh ath-Thabrani dalam al-Autsah (I/298/994)

 

Dari buku: Tuhfatul Mauduud bi Ahkamil Mauluud karya Ibnul Qayyim rahimahullah

 

Advertisements

Post Navigation

%d bloggers like this: