Catatan Kajian Ilmiah

“Barangsiapa menempuh suatu jalan untuk menuntut ilmu (syar’i), maka Allah akan memudahkan jalan baginya menuju surga.” (HR. Muslim)

Archive for the month “February, 2017”

Mendidik Dengan Kekuatan Fitrah

📚NICE HOME WORK #4
🍀MENDIDIK DENGAN KEKUATAN FIITRAH 🍀
Bunda dan calon bunda peserta matrikulasi IIP, masih semangat belajar?
Kali ini kita akan masuk tahap #4 dari proses belajar kita. Setelah bunda berdiskusi seru seputar mendidik anak dengan kekuatan fitrah , maka sekarang kita akan mulai mempraktekkan ilmu tersebut satu persatu.
a. Mari kita lihat kembali Nice Homework #1 , apakah sampai hari ini anda tetap memilih jurusan ilmu tersebut di Universitas Kehidupan ini? Atau setelah merenung beberapa minggu ini, anda ingin mengubah jurusan ilmu yang akan dikuasai?

In syaa Allaah saya masih akan memilih jurusan ilmu mom-enterpreneur

b. Mari kita lihat Nice Homework #2, sudahkah kita belajar konsisten untuk mengisi checklist harian kita? Checklist ini sebagai sarana kita untuk senantiasa terpicu “memantaskan diri” setiap saat. Latih dengan keras diri anda, agar lingkungan sekitar menjadi lunak terhadap diri kita.

Berhubung saat saya mengisi NHW #2 di komputer tidak ada excel, in sya Allah akan segera saya perbaiki supaya lebih detail dan terstruktur checklistnya.

b.Baca dan renungkan kembali Nice Homework #3, apakah sudah terbayang apa kira-kira maksud Allah menciptakan kita di muka bumi ini? Kalau sudah, maka tetapkan bidang yang akan kita kuasai, sehingga peran hidup anda akan makin terlihat.

Contoh : 

Seorang Ibu setiap kali beraktivitas selalu memberikan inspirasi banyak ibu-ibu yang lain. Bidang pelajaran yang paling membuatnya berbinar-binar adalah “Pendidikan Ibu dan Anak”. Lama kelamaan sang ibu ini memahami peran hidupnya di muka bumi ini adalah sebagai inspirator.

Misi Hidup : memberikan inspirasi ke orang lain

Bidang : Pendidikan Ibu dan Anak

Peran : Inspirator

Bidang pendidikan yang membuat saya paling berbinar memang saat mulai menjalankan bisnis kecil saya. Walau kadang konsekuensinya ada sedikit yg dikorbankan, yaitu jam bersama anak. Mungkin perlu manajemen waktu yg lebih baik agar anak tak merasa kesepian walau kerja di rumah. 

Misi hidup: membangun lapangan kerja untuk oranglain. Walau sekarang masih belum ada karyawan, saya yakin dalam waktu dekat akan terus berkembang, in sya Allah.

Bidang pendidikan: Bisnis dan Managemen

Peran: sebagai ibu, owner, inspirator

c. Setelah menemukan 3 hal tersebut, susunlah ilmu-ilmu apa saja yang diperlukan untuk menjalankan misi hidup tersebut. 

Ilmu yang dibutuhkan:

  1. Komunikasi – saya akui, kadang saya kurang komunikatif dalam menyampaikan suatu hal. Maka saya perlu ilmu komunikasi untuk lebih ahli lagi di bidang ini
  2. Manajemen – manajemen bisa menjadi manajemen waktu, karena saya bekerja masih tanpa lihat waktu. Jam kerja pun seperti tak ada batasnya. Akan saya perbaiki sistem toko online saya agar punya lebih banyak waktu luang bersama anak. Manajemen juga berarti soal keuangan, mengatur budget, bagaimana supaya pemasukan tidak lebih kecil dari pengeluaran.
  3. Public Relation – walau bukan dalam hal yg sebenarnya, tapi saat mulai menapaki kaki di bisnis ini, saya merasa sangat perlu menjadi teman bagi customer, mendengarkan keluhan mereka dan juga memberikan solusi atas komplain yang didapatkan.

Contoh : Untuk bisa menjadi ahli di bidang Pendidikan Ibu dan Anak maka Ibu tersebut menetapkan tahapan ilmu yang harus dikuasai oleh sebagai berikut :
1. Bunda Sayang : Ilmu-ilmu seputar pengasuhan anak

2. Bunda Cekatan : Ilmu-ilmu seputar manajemen pengelolaan diri dan rumah tangga

3. Bunda Produktif : Ilmu-ilmu seputar minat dan bakat, kemandirian finansial dll.

4. Bunda Shaleha : Ilmu tentang berbagi manfaat kepada banyak orang 
d. Tetapkan Milestone untuk memandu setiap perjalanan anda menjalankan Misi Hidup
contoh : Ibu tersebut menetapkan KM 0 pada usia 21 th, kemudian berkomitmen tinggi akan mencapai 10.000 (sepuluh ribu ) jam terbang di satu bidang tersebut, agar lebih mantap menjalankan misi hidup. Sejak saat itu setiap hari sang ibu mendedikasikan 8 jam waktunya untuk mencari ilmu, mempraktekkan, menuliskannya bersama dengan anak-anak. Sehingga dalam jangka waktu kurang lebih 4 tahun, sudah akan terlihat hasilnya. 

Milestone yang ditetapkan oleh ibu tersebut adalah sbb :

KM 0 – KM 1 ( tahun 1 ) : Menguasai Ilmu seputar Bunda Sayang

KM 1 – KM 2 (tahun 2 ) : Menguasai Ilmu seputar Bunda Cekatan

KM 2 – KM 3 (tahun 3 ) : Menguasai Ilmu seputar Bunda Produktif

KM 3 – KM 4 ( tahun 4) : Menguasai Ilmu seputar Bunda shaleha

Usia saya saat ini sudah 27 th, maka saya berkomitmen dalam 5 tahun ke depan akan menetapkan milestone.

KM 0-1 (tahun 1 & 2): menguasai ilmu komunikasi

KM 1-2 (tahun 2 & 3): menguasai ilmu managemen

KM 2-3 (tahun 3 & 4 ) : menguasai ilmu PR

KM 3-4 (tahun 4 & 5 ) : evaluasi

e. Koreksi kembali checklist anda di NHW#2, apakah sudah anda masukkan waktu-waktu untuk mempelajari ilmu-ilmu tersebut di atas. Kalau belum segera ubah dan cantumkan.

Ya in sya Allah akan saya perbaiki segera.

f. Lakukan, lakukan, lakukan, lakukan

I can do it bismillah

Sang Ibu di contoh di atas adalah perjalanan sejarah hidup Ibu Septi Peni, sehingga menghadirkan kurikulum Institut Ibu Profesional, yang program awal matrikulasinya sedang kita jalankan bersama saat ini. 
Sekarang buatlah sejarah anda sendiri. 
Karena perjalanan ribuan mil selalu dimulai oleh langkah pertama, segera tetapkan KM 0 anda.

Salam Ibu Profesional,

/Tim Matrikulasi IIP/

Advertisements

MEMBANGUN PERADABAN DARI DALAM RUMAH NHW#3

NICE HOMEWORK #3

📚MEMBANGUN PERADABAN DARI DALAM RUMAH 📚

Bunda, setelah kita belajar tentang “Membangun Peradaban dari Dalam Rumah” maka pekan ini kita akan belajar mempraktekkannya satu persatu.

🙋Pra Nikah

a. Bagi anda yang sedang memantaskan diri untuk mendapatkan jodoh yang baik, tulislah suara hati anda dengan tema “UNTUKMU CALON IMAMKU”

b. Lihatlah diri anda, tuliskan kekuatan potensi yang ada pada diri anda.

c. Lihatlah orangtua dan keluarga anda. Silakan belajar membaca kehendakNya, mengapa anda dilahirkan di tengah-tengah keluarga anda saat ini dengan bekal/senjata potensi diri anda. Misi rahasia hidup apa yang DIA titipkan ke diri kita. Tulis apa yang anda rasakan selama ini.

d. Lihat lingkungan dimana anda tinggal saat ini, tantangan apa saja yang ada di depan anda?adakah anda menangkap maksud Allah, mengapa anda dihadirkan di lingkungan ini?

👨‍👩‍👦‍👦Nikah

Bagi anda yang sudah berkeluarga dan dikaruniai satu tim yang utuh sampai hari ini.

a. Jatuh cintalah kembali kepada suami anda, buatlah surat cinta yang menjadikan anda memiliki “alasan kuat” bahwa dia layak menjadi ayah bagi anak-anak anda.Berikan kepadanya dan lihatlah respon dari suami.

b.Lihatlah anak-anak anda, tuliskan potensi kekuatan diri mereka masing-masing.

c. Lihatlah diri anda, silakan cari kekuatan potensi diri anda. kemudian tengok kembali anak dan suami, silakan baca kehendak Allah, memgapa anda dihadirkan di tengah-tengah keluarga seperti ini dengan bekal kekuatan potensi yg anda miliki.

d. Lihat lingkungan dimana anda tinggal saat ini, tantangan apa saja yang ada di depan anda? adakah anda menangkap maksud Allah, mengapa keluarga anda dihadirkan disini?

👩‍👧‍👧Orangtua Tunggal (Single Parent)

Bagi anda yang saat ini sedang mendidik anak-anak anda sendirian tanpa kehadiran pasangan hidup kita

a. Buatlah “Tanda Penghormatan’, dengan satu dua kalimat tentang sisi baik “ayah dari anak-anak kita” sehingga dia layak dipilih Allah menjadi ayah bagi anak kita, meskipun saat ini kita tidak lagi bersamanya.

b.Lihatlah anak-anak anda, tuliskan potensi kekuatan diri mereka masing-masing.

c. Lihatlah diri anda, silakan cari kekuatan potensi diri anda. kemudian tengok kembali anak anda, silakan baca kehendak Allah, mengapa anda dihadirkan dengan tantangan keluarga yang luar biasa seperti ini. Apa misi hidup rahasiaNya sehingga kita diberi ujian tetapi diberikan bekal kekuatan potensi yg kita miliki.

d. Lihat lingkungan dimana anda tinggal saat ini, tantangan apa saja yang ada di depan anda? adakah anda menangkap maksud Allah, mengapa keluarga anda dihadirkan disini?

Setelah menjawab pertanyaan – pertanyaan tersebut di atas, sekarang belajarlah memahami apa sebenarnya “peran spesifik keluarga” anda di muka bumi ini.

Selamat membaca hati dan menuliskannya dengan nurani. Sehingga kata demi kata di nice homework #3 kali ini akan punya ruh, dan menggerakkan hati yang membacanya.

Salam Ibu Profesional

/Tim Matrikulasi Ibu Profesional/

________

Bismillah, jujur agak berat bagi saya untuk mengerjakan NHW kali ini. Mungkin karena agak terbawa perasaan saat oranglain menulis “surat cinta” untuk suaminya kali ya…

Di usia saya yang belum 30 tahun, rasa ingin menikah lagi masih ada, namun kadangkala takut sekali jatuh ke dalam kesalahan yang sama.

Untukmu calon imamku,

entah siapa dirimu dan bagaimana rupamu kelak, bila Allah berkehendak menjadikan kita berpasangan, kuharap engkau mampu menjadi imam yang benar-benar tulus menyayangiku, keluargaku, dan anakku kelak. Bila engkau telah dikaruniai anak, semoga akupun bisa berlaku adil dan sama. Kadangkala aku yang keras kepala, terlihat kuat di luar, tapi nyatanya tetap perempuan yang lemah dan butuh bimbingan. Jangan lelah dalam menasehati, meski kadang seperti kaset rusak yang diputar terus menerus. Sebagai ibu satu anak, aku masih mampu berjuang untuk menghidupi anakku in sya Allah. Aku yang introvert kadang lebih suka diam, namun kadangkala pula ekspresif bila tak suka. Maka mengertilah saat aku lelah, atau tak suka. Pun aku akan belajar demikian.

Potensi yang ada dalam diri saya bila dikembangkan adalah bersocial media yang mungkin bagi oranglain membuang waktu, namun bagi saya bisa menghasilkan uang. Selalu berusaha mengendalikan emosi walau kadang sulit tapi saya harus bisa. Saat saya gagal, saya tak serta merta menyalahkan oranglain, memang mungkin salah saya maka dari itu bisa terjadi. Namun saya juga tak harus larut dan terpuruk di masa itu, semoga menjadi pribadi yang lebih dewasa kelak.

 Mengapa saya bisa dititipkan di keluarga ini? Ayah saya yg tipe selalu membantu anaknya, seringkali otoriter, kaku seakan tetap menjadi anak kecil walau sudah berumur, sedangkan ibu yang lebih sering memberi label pada diri saya, kadang membuat saya bingung akan potensi yg ada dalam diri saya. Maka saya akan berusaha tidak demikian ke anak saya kelak.

Walau kadang saya merasa minder akan status saya di lingkungan, akan tetapi memiliki tetangga yang menguatkan saya, tidak suka bergunjing, justru menyambut hangat saat saya kembali ke rumah orangtua saya, itu merupakan hadiah terbesar setelah ada kesulitan.

Single Parent

Dulu saya memilihmu karena saya yakin engkau orang yang taat beragama, yang takkan melukai hati seorang perempuan apalagi mematahkan “tulang rusuknya”. Namun Allah berkehendak lain, saya terima keputusanmu untuk mencari pengganti saya, dan biarkan saya menghidupi anak saya bersama orangtua saya disini hingga menemukan jodoh saya yang lain. Bukan soal tidak memaafkan masa lalu, tapi inilah cara saya agar anak saya tidak bingung soal pengasuhan dan kepribadiannya kelak. In sya Allah masih ada orangtua saya yang utuh sebagai pengganti ayahnya untuk saat ini. 

Potensi kepribadian Alif saat ini adalah ia yang gigih hingga kadang bisa dibilang “ngeyel” oleh oranglain, bisa diajak negosiasi, mampu bersosialisasi dan mungkin bisa terus berkembang in sya Allah di masa yg akan datang. Saya bersyukur dibalik perpisahan ini, Allah takdirkan Alif lahir dari rahim saya sebagai penyemangat hidup saya untuk selamanya 💖

 

Checklist Indikator Profesionalisme Perempuan #NHW 2

checklist

“CHECKLIST INDIKATOR PROFESIONALISME PEREMPUAN”📝
a. Sebagai individu
b. Sebagai istri
c. Sebagai ibu

Buatlah indikator yg kita sendiri bisa menjalankannya. Buat anda yang sudah berkeluarga, tanyakan kepada suami, indikator istri semacam apa sebenarnya yang bisa membuat dirinya bahagia, tanyakan kepada anak-anak, indikator ibu semacam apa sebenarnya yang bisa membuat mereka bahagia.Jadikanlah jawaban-jawaban mereka sebagai referensi pembuatan checklist kita.

Buat anda yang masih sendiri, maka buatlah indikator diri dan pakailah permainan “andaikata aku menjadi istri” apa yang harus aku lakukan, “andaikata kelak aku menjadi ibu”, apa yang harus aku lakukan.
Kita belajar membuat “Indikator” untuk diri sendiri.

Kunci dari membuat Indikator kita singkat menjadi SMART yaitu:
– SPECIFIK (unik/detil)
– MEASURABLE (terukur, contoh: dalam 1 bulan, 4 kali sharing hasil belajar)
– ACHIEVABLE (bisa diraih, tidak terlalu susah dan tidak terlalu mudah)
– REALISTIC (Berhubungan dengan kondisi kehidupan sehari-hari)
– TIMEBOND ( Berikan batas waktu)

Checklist Indikator Profesionalisme Perempuan

Sebagai Individu:

  • Menjadi hamba Allah yang taat sesuai Al-Qur’an dan sunnah
  • Menyelesaikan pekerjaan rumah tangga yang teratur dan cekatan mulai dari jam 5 – 10 pagi
  • Berusaha menjadi pribadi yang jujur, murah senyum, amanah bila ada yg sharing masalah pribadinya
  • Berusaha menjadi tetangga yang tidak menyakiti secara tutur kata dan tulisan
  • Lebih dewasa dalam bersikap
  • Tidak mudah tersinggung
  • Bisa membagi waktu antara bisnis dan keluarga

Andai menjadi seorang istri:

Bila saya diberikan jodoh lagi oleh Allah subhanahu wa ta’ala saya akan

  • Mentaati segala perintah suami asal tidak bermaksiat kepada Allah
  • Tidak membantah atau memotong pembicaraan suami
  • Terbuka dengan suami dan berbagi tugas dalam mendidik anak

Sebagai Ibu:

  • Tidak banyak menuntut seorang anak harus seperti apa yg saya mau
  • Membiarkan anak berproses sebagaimana fitrahnya
  • Tidak mudah marah dan emosi saat anak berulah
  • Meluangkan waktu bermain bersama
  • Mengajari anak belajar mengaji dan membaca

Indikator ini akan di review kembali 3 bulan ke depan.

 

IIP Batch 3 – Depok

Post Navigation

%d bloggers like this: