Catatan Kajian Ilmiah

“Barangsiapa menempuh suatu jalan untuk menuntut ilmu (syar’i), maka Allah akan memudahkan jalan baginya menuju surga.” (HR. Muslim)

Archive for the month “June, 2017”

Bunda Sayang Tantangan 1 Hari ke-4

Pagi hari setelah sholat subuh, saya mengerjakan orderan sabun sambil menunggu Alif tidur. Sebab dia kalau tidak dikeloni ikut terbangun. Pukul 8 pagi dia pun bangun, kemudian saya ajak mandi, lalu ke rumah neneknya. Pukul 11 bapak saya mengajak ke bank untuk setor tunai ke saudara yg jauh merantau dan bisa di hitung jari pulang ke Jakarta ini. Kata anaknya sedang sakit keras yang tak tahu penyebabnya. Muntah darah, batuk darah dan sebagainya. Saat dipanggil teller, bapak dapat kabar kalau ternyata saudara ini telah berpulang ke rahmatullah. Innalillahi wa inna ilayhi rooji’uun. Semoga segala kesalahannya diampuni oleh Allah subhanahu wa ta’ala dan amal ibadahnya diterima. 

Sepanjang perjalanan sambil mencari wadah untuk orderan nasi kebuli (sebelumnya sudah buka pre order alhamdulillah), Alif selalu bertanya “kenapa Aki Ending meninggal?” 

“umurnya di dunia cukup sampai di sana.”

“kapan kita ke rumah Aki Ending?”

“Jauh sayang mesti naik pesawat. Tiketnya juga mahal. Kita doain dari sini aja ya… ”

Karena wadah yang dicari tidak ada, ada pun jauh dari budget dan yang biasa di toko-toko lain, akhirnya kami melipir saja ke mini market. Dia bilang mau permen yupi yang seri lunch. Aduh permen melulu 😆 akhirnya diajak negosiasi aja lah. 

” Alif, tidak untuk beli eskrim ya. Rumah kita masih jauh nanti meleleh jadi gak enak lagi.”

“yaudah Alif mau yupi aja, huu… ”

” yang lain sayang. Koko crunch aja itu… ”

” tapi Alif mau permen yupi… ”

” tapi jangan yang itu, yang lain aja… “

Akhirnya negosiasi berakhir alot dan ke kasir membawa yupi jenis lain yang lebih murah hahaha. 

Sekian kisah hari ini

8 Juni 2017

Bunda Sayang Tantangan Hari ke 3

Bismillah

Pagi ini seperti biasa, dia bangun saat umminya mulai ngantuk. Dari pagi di sounding kalau jangan main hp lagi. Dia janji katanya gak mau main lagi. Ajak mandi dan ke rumah nenek. 

Ummi ayo mandi… 

Kenapa semangat mau mandinya? 

Ayo kan mau ke rumah nenek… 

Di rumah nenek mau main apa? Janji kan ga main hp? 

Iyaa… 

Dan setelah produksi sabun (sebelumnya sedikit bercerita ada usaha skincare) saya pun memandikannya. 

Saat memakaikan baju, saya ingin dia tidak tergantung pada orang, jadi biarlah dia mencoba pakai bajunya sendiri. Alhamdulillah sudah lumayan. 

Untuk mengusir kebosanan, saya mengajak belajar menulis di wipe and clean 

 untuk komunikasi alhamdulillah dia memang sudah ceriwis sejak umur 3th, jadi mungkin sudah paham instruksi yang saya berikan. Namun namanya anak-anak kadang sesuai dengan yg dia mau saja. 

Demikian catatan singkat kami hari ini. 

Dari Ummi yang masih terus belajar… 

Bunda Sayang Tantangan Hari ke – 2

Bismillah 

Hari ini saya menuliskan tantangan ke dua dari 10 hari yang di syaratkan. Kali ini random saja karena tingkah anak tak bisa ditebak. 

Pagi hari dia bangun seperti biasa, namun entah mengapa ada tangisan. Lelaki berhati lembut Maa syaa Allaah 😅.  Ternyata dia lapar dan ingat kalau semalam makan sate. Padahal satenya sudah habis saat kami sahur. Akhirnya dibujuk makan dengan makanan yang lain saja. 

Kenapa menangis? Alif lapar? / iya… Kan semalam makan pakai sate mi… / tapi satenya sudah habis sayang. / yaah… Kok habis? Katanya buat Alif? / pakai kacang takutnya basi. / kenapa basi? / karena ga disimpan di kulkas. Sekarang mandi aja yuk? /tapi kakinya sakit. Mandi di rumah nenek aja… /kan di rumah juga bisa mandi? Kenapa harus di rumah nenek? / pokoknya Alif maunya di rumah nenek. / tapi gak usah cari hp ya? / 5 meniiit aja… / ga boleh sayang. Ummi ga mau mata alif sakit. 

Alhamdulillah bisa juga no gadget hari ini yang biasanya ngamuk minta hape. (biasanya kalau saya gak kasih dia cari perhatian ke aki nya, namanya aki mana tahan dengar nangisnya lama-lama). 

Kemudian dia main dengan teman sepermainannya, sejam kemudian pulang. Ditawari makan cuma beberapa sendok. Akhirnya saya ajak tidur siang karena takut rewel di sore harinya kalau tidak tidur siang. Alhamdulillah lumayan lama sekitar 2 jam, lalu bangun dengan menangis. Dia bilang kakinya sakit dan minta diurut. 

Ummi, alif kakinya sakit… 

Sakit kenapa? 

Gatauuuu pegeeeelll 😭

Keseleo kali jatuh kemarin? 

Alif mau urut ummi… 

Yaudah ummi bilang mama intan dulu. Makanya besok-besok kalau disuruh makan / tidur dengar kata ummi ya… 

Saya baru menyadari mungkin kalimat terakhir bukan termasuk kalimat produktif untuk anak.  Masih harus terus belajar lagi sebagai orangtua. 
3 juni 2017

Bunda Sayang – Membangun Komunikasi Produktif –  IIP Depok Batch 3 #1

Bismillah

Setelah dinyatakan lulus dari Matrikulasi kemarin, sekarang saya mencoba naik kelas ke level berikutnya yaitu, bunda sayang. Awalnya terlihat mudah tapi bila tidak konsisten tak semudah yang dibayangkan. Namun saya harus tetap berusaha mencoba mengubah mindset hidup saya. 

Saya akui saya masih jauh dari komunikasi yang produktif. Merasa semakin bertambah usia anak semakin sulit diatur. Padahal bukan itu masalahnya. Masalahnya adalah dari saya sendiri dan cara berkomunikasi dengan anak. Terlalu banyak kalimat yg terbuang percuma, lebih sering merepet apalagi sebagai single parent yang apa-apa hidup hanya berdua walau dekat dengan rumah kakek neneknya. Mungkin saya juga yang terlalu sibuk sehingga kadang tidak mengerti perasaan yang sedang ia rasakan. 

Tantangan kali ini adalah kemarin. Yaitu saat ada info akan ada wawancara untuk usaha yang saya miliki saat ini. Kebetulan saat ini saya memproduksi natural skincare walau masih skala rumahan. Kalau ada dana mudah-mudahan bisa masuk ke BPOM. Aamiin

Entah mengapa akhir-akhir ini anak saya seringkali menangis bila tak dituruti keinginannya. Bukan tantrum tapi menangis sekencang-kencangnya. Mungkin sedang muncul egosentris nya. Dari pagi saya sudah sounding bahwa kita akan kedatangan tamu. “Ummi mau di wawancara…” / “apa? Penjara?” 

Saat merapikan ruang tamu, dia malah minta main pasir kinetik. Akhirnya tetap pada pendiriannya di pojokan. 

Saya berusaha membangun komunikasi yang produktif. 

Alif mainnya berapa lama? Kalau sudah selesai ummi minta tolong dirapikan kembali mainannya ya… 

Awalnya sulit karena saat mendengar suara teman-temannya di luar dia ingin langsung main ke luar. Tapi akhirnya bisa juga alhamdulillah walau pasir yang berceceran harus disapu. 

Sorenya agak sulit lagi karena kedatangan kakak beserta anak-anaknya yang mana membuat dia jadi semangat main padahal belum tidur siang. Karena tidur siang nya masih ditemani oleh saya. Akhirnya saat mulai malam malah lari-larian dan jatuh 😂. Saat diobati lukanya pun menangis sekencang-kencangnya. Hhh… Inhale exhale. 

Pelajaran berharga ini akan terus berlanjut di hari berikutnya. 

Rabbi hablii minas sholihiin. 

2 juni 2017

Post Navigation

%d bloggers like this: